Jakarta, CNN Indonesia —
Penjualan Kendaraan Pribadi BYD ambruk Di Mei 2026 dan tercatat sebagai Pencapaian terburuk sepanjang kiprah merek Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik asal China itu Di Indonesia.
Berdasarkan data wholesales atau distribusi Di pabrik Hingga dealer yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD hanya mengantongi 895 unit sepanjang bulan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka itu menjadi yang terendah Dari BYD pertama kali mencatatkan penjualan wholesales Di Indonesia Di Juni 2024. Titik terendah Sebelumnya terjadi Di September 2025 Di 1.088 unit, sedangkan capaian bulanan terkecil sepanjang 2024 ada Di angka 1.563 unit.
Penurunan Di Mei 2026 kontras Di empat bulan pertama 2026, Di pengiriman BYD masih konsisten Di kisaran ribuan unit, yakni 4.879 unit Di Januari, 4.653 unit (Februari), 2.941 unit (Maret), dan 4.625 unit (April).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anjloknya pengiriman membuat BYD terlempar Di jajaran 10 besar merek terlaris Di Mei 2026. Posisinya melorot Hingga urutan 14, tertinggal Di sesama merek China seperti Chery, Geely dan Wuling.
Ini bukan kali pertama BYD keluar Di 10 besar penjualan bulanan. Di September 2025, Di penjualannya juga ambruk, BYD sempat melorot Hingga posisi 12.
Meski begitu, secara kumulatif Januari-Mei 2026, BYD masih bertengger Di posisi lima besar merek terlaris nasional Di total 17.993 unit dan memegang pangsa pasar 5 persen.
Sampai Di ini BYD masih sepenuhnya bergantung Di pasokan Kendaraan Pribadi Perdagangan Masuk Negeri utuh atau completely built up (CBU) Di China. Pabrik BYD Di Subang, Jawa Barat, yang diharapkan dapat menekan biaya produksi dan membayar utang ikut Langkah insentif Perdagangan Masuk Negeri CBU, masih Di tahap pembangunan dan belum beroperasi.
BYD pertama kali mengaspal Di Indonesia Di 2024. Sepanjang 2025, merek ini sempat mencatat Prestasi gemilang Di wholesales 46.711 unit, menjadikannya merek terlaris keenam nasional sekaligus penguasa pasar Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Tanah Air.
Penjualan BYD:
2024
Januari –
Februari –
Maret –
April –
Mei –
Juni 1.596
Juli 1.925
Agustus 2.940
September 2.075
Oktober 2.488
November 2.842
Desember 1.563
Total 15.429
2025
Januari 1.114
Februari 1.399
Maret 3.205
April 3.496
Mei 2.799
Juni 2.079
Juli 2.335
Agustus 2.562
September 1.088
Oktober 10.593
November 9.481
Desember 6.560
Total 46.711
2026 (Januari-Mei)
Januari 4.879
Februari 4.653
Maret 2.941
April 4.625
Mei 895
Total 17.993
(fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Penjualan BYD Ambruk Di Mei 2026, Terparah Dari Masuk Indonesia











